453 Tenaga Kesehatan Tak Boleh Divaksin COVID-19

KABARTIGA, TANJUNGPINANG – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang menyatakan, setidaknya ada 453 tenaga kesehatan tidak bisa disuntik vaksin COVID-19. Pasalnya, para tenaga kesehatan tersebut masuk dalam kelompok orang yang tak boleh divaksin COVID-19.

“Dari 2.915 orang tenaga kesehatan, ada 453 orang tidak bisa divaksin,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Nugraheni, Sabtu (30/1/2021).

Bacaan Lainnya

Nugraheni mengatakan, ratusan tenaga kesehatan yang tidak masuk dalam daftar penerima dosis vaksin Sinovac asal China itu karena alasan tertentu. Sebab, alasan tersebut juga diperbolehkan meskipun mereka adalah garda terdepan yang menangani pasien COVID-19.

“453 orang itu belum divaksin, karena hamil, menyusui dan pernah terkonfirmasi positif (COVID-19), mereka tidak boleh divaksin,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa saat ini ada sekitar 66 persen dari jumlah tenaga kesehatan yang ada di Tanjungpinang sudah menerima vaksin dosis tahap pertama. Sedangkan, 823 tenaga kesehatan yang belum disuntik vaksin COVID-19 akan digesa hingga awal Februari 2021 mendatang.

“Insya Allah, Selasa 2 Februari nanti kita targetkan selesai untuk dosis pertama,” tuturnya.

Setelah menerima dosis pertama, lanjutnya, seluruh tenaga kesehatan tersebut akan kembali menerima vaksin dosis kedua setelah 14 hari berikutnya. Hal ini untuk meningkatkan kemampuan antibodi atau kekebalan tubuh dalam menangkal virus Corona tersebut.

“Dosis pertama itu, kekebalan tubuhnya belum maksimal. Supaya maksimal harus diulang 2 kali, agar kemampuan antibodi tubuh kita mengenal virus itu lebih baik,” pungkasnya. (Red)

Pos terkait