Teken Komitmen Penyaluran Gas Elpiji 3 Kg, Rahma Minta Pangkalan Patuhi Aturan

KABARTIGA, TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama agen dan pangkalan gas Elpiji 3 Kilogram (Kg) menandatangani komitmen bersama terkait pembinaan dan monitoring terhadap pendistribusian dan penyaluran tabung gas Elpiji 3 Kg di wilayah Kota Tanjungpinang.

Penandatanganan dilakukan Wali Kota Tanjungpinang, Rahma dengan pihak agen dan pemilik pangkalan gas Elpiji 3 Kg, di Aula Bulang Linggi, Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (12/4/2021).

Bacaan Lainnya

Sebelum penandatanganan, Rahma membacakan isi surat peryataan komitmen terkait wewenang Pemko bersama pihak agen terhadap pemilik pangkalan dalam mengawasi pendistribusian gas Elpiji subsidi 3 Kg di pangkalan.

Tak hanya itu, semua pihak juga mengawasi penjualan tabung gas Elpiji 3 Kg sesuai dengan tepat harga (HET), tepat sasaran, dan tepat jumlah.

“Sebentar lagi, kita menghadapi puasa Ramadan dan Idul Fitri. Jadi, ini komitmen kita sesuai prosedur dan aturan untuk mengawal penyaluran gas Elpiji 3 kg. Supaya, tidak terjadi kelangkaan, tepat harga, dan keluarga miskin benar-benar bisa menikmati haknya,” kata Rahma.

Rahma menuturkan, bagi pemilik pangkalan dilarang menjual tabung gas 3 Kg di atas harga HET, tidak tepat sasaran, dan tidak tepat jumlah, menyalurkan atau menjual gas Elpiji 3 kg kepada industri dan pengecer.

“Dilarang menimbun gas untuk keuntungan pribadi yang mengakibatkan kelangkaan gas di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, dilarang memindahkan tempat usaha di luar daerah penyaluran, melakukan pemindahan gas atau pengoplosan gas Elpiji 3 kg ke tabung lain dalam bentuk apapun, serta mengambil pasokan gas Elpiji 3 kg dari agen lain.

“Kalau semua pangkalan patuh dan sadar, ini untuk masyarakat miskin, saya yakin tidak akan terjadi kelangkaan. Jadi, patuhi aturan, jual kepada mereka yang berhak, karena ini subsidi,” imbuhnya.

Ia meyakini, bahwa semua pihak punya komitmen dan tujuan yang sama yakni, memberikan kemudahan terhadap masyarakat miskin yang harus disampaikan dengan tepat.

“Kalau ada orang kaya yang mau beli, tolong jangan di kasih. Jual sesuai dengan labelnya (untuk masyarakat miskin), kalau ada kendala segera koordinasi ke kami. Karena, ketika ada pangkalan yang terbukti melanggar aturan, pasti kami jatuhkan sanksi tegas,” tandasnya.

Salah satu pemilik pangkalan gas di Jalan Tanjung Unggat Tanjungpinang, Teguh mendukung penuh kebijakan Pemko dalam kelancaran pendistribusian gas Elpiji 3 kg kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

“Yang penting nanti, Pemko melalui dinas terkait harus rutin melakukan pengawasan terhadap pangkalan, karena masih banyak ditemukan kedai-kedai yang menjual gas 3 kg. Jadi, masih ada pangkalan-pangkalan yang degil menjual ke pengecer,” ujarnya.

Ia mengakui, selama ini pangkalannya hanya menjual kepada yang berhak memperolehinya dengan harga sesuai HET Rp18 ribu.

“Kami tidak pernah jual ke pengecer dan diatas harga HET. Masyarakat mengambil sesuai hak mereka, biasanya 3 tabung,” pungkasnya.

Untuk informasi, adapun agen dan pangkalan yang melakukan pendatanganan adalah, PT Bhumi Kharisma Pratama yang memasok gas Elpiji sebanyak 80 pangkalan, PT Adri Jaya Sakti 64 pangkalan, PT Mulia Bintan Sejahtera 63 pangkalan, dan PT Tasnim Gerak Persada sebanyak 22 pangkalan. (Alt)

Pos terkait