Helmayeni, SE, M.Si Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif
Sub Koordinator Kerjasama dan Promosi Produk Ekonomi Kreatif
DINAS PARIWISATA PROVINSI KEPULAUAN RIAU
OPINI – Dari hasil data survey resmi yang dirilis oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) di tahun 2020 hingga kuartal ke-2, diperoleh data bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai angka 196,71 juta jiwa, atau 73,7% dari total populasi penduduk Indonesia. Jumlah tersebut akan bertambah seiring dengan terus diperluasnya jaringan internet, dimana internet ini makin dipandang sebagai salah satu kebutuhan utama bagi kehidupan masyarakat modern.
Bila kita lihat, hasil survey tersebut jumlahnya sangatlah besar. Terdapat hingga ratusan juta jiwa penduduk Indonesia yang sudah terkoneksi dengan internet. Tentunya ini adalah suatu kondisi market yang sangat besar, serta memiliki prospek sangat bagus untuk kedepannya.
Sekda : Jadikan Pameran Batikan Ajang Peningkatan Ekonomi Kreatif Kepri
Perilaku masyarakat pun berubah drastis karena kemajuan Teknologi, sejak munculnya Teknologi Internet dan ditambah lagi dengan kehadiran smartphone, perilaku masyarakat betul-betul telah berubah secara signifikan. Sekarang yang menjadi pertanyaan nya adalah, apakah pelaku bisnis masa kini terutama Pelaku Ekonomi Kreatif dan UMKM, sudah beradaptasi dan menjadi relevan dengan perubahan perilaku masyarakat tersebut? Jangan sampai ketika banyak orang berkumpulnya sudah di dunia digital, namun kita sebagai pelaku bisnis malah belum hadir di dunia digital.
Kita dapat melihat suatu contoh kasus nyata, yaitu Pandemi Covid-19, diantara sekian banyak dampak yang ditimbulkan akibat pandemii ini salah satunya adalah proses digitalisasi dalam masyarakat yang kemudian berlangsung menjadi jauh lebih cepat dari yang seharusnya. Contoh paling sederhana adalah penyelenggaran kegiatan secara virtual dengan menggunakan aplikasi berbasis digital seperti Zoom Meet.
Ekonomi Digital
Oleh sebab itu, sekarang adalah waktu yang tepat bagi kita untuk segera beradaptasi dan bertransformasi ke Ekonomi Digital (dalam konteks ini adalah aspek pemasarannya). Mulailah untuk segera memanfaatkan kekuatan internet sebagai sarana untuk memperluas promosi dan pemasaran.
Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau menyusun aplikasi untuk Sistem Pemasaran dan Promosi online produk/jasa ekonomi kreatif yang diberi nama Aplikasi Berniage Ekonomi Kreatif (Gema Ekraf) Kepri. Aplikasi Ini diperuntukkan bagi pelaku Ekonomi Kreatif dan UMKM yang terdiri dari 17 sub sektor, yaitu :1) Pengembang Permainan, 2) Arsitektur, 3) Desain Interior, 4) Musik, 5) Seni Rupa, 6) Desain Produk, 7) Fesyen, 8) Kuliner, 9) Film, Animasi dan Video, 10) Fotografi, 11) Desain Komunikasi Visual, 12) Televisi dan Radio, 13) Kriya, 14) Periklanan, 15) Seni Pertunjukan, 16) Penerbitan, dan 17) Aplikasi. Aplikasi Gema Ekraf Kepri ini telah dilaunching oleh Ibu Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau dalam Open Ceremony Dekra Festival tanggal 22 September 2022 yang lalu, bertempat di Gedung Bintan Expo Tanjungpinang.
Akses Aplikasi ini dapat diunduh melalui http://gemaekraf.kepriprov.go.id. Untuk daftar ke dalam aplikasi ini produsen mesti memiliki email serta melampirkan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), dalam hal ini produsen belajar melek teknologi, apabila belum ada email dapat dibuatkan oleh anak, tetangga maupun kerabat terdekat. Di dalam aplikasi Gema Ekraf ini data pelaku Ekraf sudah di pilah berdasarkan sub sektor usaha kreatifnya dan per kabupaten/kota. Produsen dapat menampilkan produk/jasa yang berinovasi serta berkualitas agar diminati oleh konsumen lokal maupun global. Pembelian produk dan jasa Ekonomi Kreatif langsung tersambung ke whatshaap Produsen.
Kita dapat melihat dalam Aplikasi Gema Ekraf Kepri, sudah terdapat 162 Pelaku Ekonomi Kreatif dan UMKM yang mendaftar dan memasarkan produk atau jasanya dalam aplikasi dimaksud. Dimana Pelaku Ekonomi Kreatif dan UMKM dari Kota Tanjungpinang sebesar 48,77%, berikutnya sebesar 17,90% Pelaku Ekonomi Kreatif dan UMKM dari berasal dari Kabupaten Bintan, serta Pelaku Ekonomi Kreatif dan UMKM dari Kabupaten Kepulauan Anambas sebesar 12,35%, selebihnya berasal dari Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga serta Kabupaten Natuna. Sedangkan apablia dilihat dari Kontribusi sub sektor ekonomi kreatif, sub sektor kuliner memiliki persentase tertinggi, yaitu 66,05%, berikutnya sub sektor fesyen sebesar 8,02%, dan sub sektor kriya sebesar 7,41%. Selebihnya dari 14 sub sektor ekonomi kreatif lainnya.
