Pemerintah Tetapkan Biaya Haji 2024 Sebesar Rp93 Juta, Jemaah Bayar Rp56 Juta

Jemaah calon haji asal Kota Tanjungpinang. Foto: Albet

KABARTIGA.ID, Jakarta – Pemerintah telah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2024 sebesar Rp93.410.286. Sementara, biaya haji yang ditanggung langsung jemaah atau biaya perjalanan ibadah haji sebesar Rp56.046.172.

Kesepakatan ini dirumuskan dalam Rapat Kerja Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dan jajaran dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta.

Bacaan Lainnya

“BPIH tahun 1445 H/ 2024 M sebesar Rp93.410.286,” kata Yaqut, di Jakarta, Senin (27/11/2023).

“Biaya ini terdiri dari Bipih rata-rata per jemaah sebesar Rp56.046.172 atau 60 persen, dan penggunaan nilai manfaat per jemaah sebesar Rp37.364.114 atau 40 persen,” sambungnya.

Yaqut menekankan bahwa proses persetujuan dan pengesahan BPIH oleh DPR RI dan Pemerintah menjadi bagian penting dalam siklus penyelenggaraan haji.

Menurutnya, pengesahan hasil Raker akan menjadi dasar bagi Presiden RI untuk menetapkan BPIH, sesuai dengan Pasal 48 UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

“Kami mengapresiasi upaya Komisi VIII DPR RI yang memulai lebih awal proses pembahasan BPIH. Proses ini menunjukkan arah yang semakin baik dari tahun ke tahun,” tuturnya.

Kesepakatan BPIH tahun 1445 H/2024 M ditetapkan dalam mata uang Rupiah, meskipun sebagian besar biaya operasional haji dibayarkan dalam mata uang asing, yakni Saudi Arabian Riyal (SAR) dan US Dollar (USD).

Menag menekankan hasil rapat kerja telah menyetujui BPIH dengan dinamika dan perbedaan pendapat yang mencerminkan demokrasi. Komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada Jemaah Haji diharapkan tetap terjaga dan ditingkatkan di masa mendatang.

Sumber: Kemenag
Editor: Albet

Pos terkait