Kominfo Blokir 800 Ribu Konten Judi Slot, Mulai dari Situs hingga File Sharing

Ilustrasi Judi Slot Online. Foto: Dok LampungPost.co untuk Kabartiga.id

KABARTIGA.ID, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat lebih dari 800 ribu konten judi online atau judi slot berupa situs, IP, aplikasi, dan file sharing telah diblokir selama 167 hari.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan, capaian tersebut setara dengan akumulasi pemblokiran konten judi online yang telah dilakukan selama lima tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Budi Arie, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kementerian Kominfo, telah menangani 805.923 konten judi online sepanjang 17 Juli 2023 hingga 30 Desember 2023.

Selain konten judi online, pihaknya telah berhasil memblokir lebih dari 5.000 rekening bank dan akun e-wallet yang terindikasi dimanfaatkan untuk aktivitas judi online.

“Kominfo berkolaborasi dengan berbagai stakeholder dalam memberantas judi online,” kata Budi Arie dalam keterangannya di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, pada Selasa (2/1/2024) kemarin.

“Kami bekerja sama dengan OJK, penyelenggara layanan telekomunikasi dan internet dan platform digital,” sambungnya.

Ia juga telah meminta penyedia layanan internet (ISP) dan operator seluler untuk meningkatkan upaya pemberantasan judi online dengan memastikan ketepatan sinkronisasi sistem pada database situs yang mengandung konten perjudian.

Bahkan, dia juga telah memberikan teguran keras pada raksasa teknologi Meta karena masih ditemukan banyak konten judi online di platform tersebut.

“Teguran ini mengharuskan Meta untuk segera meningkatkan penanganan konten, dan iklan dengan muatan perjudian online pada platform yang dikelolanya dalam 1×24 jam,” tegas dia.

Langkah Meta dalam penanganan konten maupun iklan yang memuat judi online dinilai menunjukkan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam pemberantasan judi online.

“Penanganan judi online dapat berlangsung jauh lebih optimal dengan adanya kepedulian dan keterlibatan berbagai stakeholder,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Albet

Pos terkait