Guru Ngaji di Natuna Ditangkap Polisi, Kepergok Cabuli Muridnya di Kamar Mandi Masjid

Konferensi pers tindak pidana terhadap anak di bawah umur di Mapolres Natuna, Jumat (5/1/2024). Foto: Humas Polres Natuna untuk Kabartiga.id

KABARTIGA.ID, Natuna – Seorang guru ngaji di Kabupaten Natuna dibekuk polisi lantaran ketahuan mencabuli muridnya. Parahnya, pelaku melakukan aksi bejat itu di kamar mandi salah satu masjid di wilayah itu.

Peristiwa itu terjadi saat keluarga mencari korban yang belum pulang sesuai jadwal mengaji. Saat pencarian, pelaku sedang melakukan tindakan asusila terhadap korban yang masih di bawah umur.

Bacaan Lainnya

Kala itu, pelaku tidak bisa mengelak karena saat ditangkap sedang bersama korban. Pelaku pun kemudian dilaporkan ke kepolisian setempat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Natuna, AKP Aprydoni menyebutkan, pelaku berinisial BP (48) memberikan imbalan berupa uang mulai dari Rp20-Rp50 ribu ke korbannya untuk melancarkan aksinya.

“Saat diinterogasi, tersangka juga pernah mencabuli empat murid lainnya. Namun kini ke empat murid tersebut dewasa dan berumah tangga,” kata Doni, sapaan akrab Kasat Reskrim Polres Natuna itu saat menggelar konferensi pers pada Jumat (5/1/2024) lalu dkutip dari Tribratanews.polri.go.id.

Doni menambahkan, barang bukti yang berhasil diamankan, pakaian yang digunakan dan hasil visum. Pelaku diancam Pasal yang di jerat, Pasal 82 ayat 1, Ayat 2 atau Pasal 81 Ayat 2 dan 3 dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun dan minimal 7 tahun.

“Kasus seperti ini harus ditindak tegas dan pelaku harus diadili sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Untuk itu, Doni juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Natuna agar selalu waspada dan melaporkan setiap tindakan kejahatan yang terjadi terhadap anak-anak.

“Kita harus menjaga keamanan dan keselamatan generasi muda sebagai aset bangsa kita,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Doni, sebagai orang tua juga harus terlibat aktif dalam mendidik dan mengawasi anak-anaknya. Berikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya menjaga privasi diri dan tidak percaya begitu saja kepada orang yang tidak dikenal.

“Edukasi ini penting dilakukan secara terus-menerus, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah,” katanya.

Terakhir, ia mengimbau kepada semua orang tua untuk memperhatikan tanda-tanda perubahan perilaku anak. Jika ada indikasi adanya trauma atau perubahan yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib atau konsultasikan dengan ahli kesehatan.

“Kesejahteraan dan keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita sama-sama berperan aktif dalam melindungi dan memperhatikan generasi penerus bangsa ini,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Albet

Pos terkait