Polda Kepri Tetapkan 2 Tersangka Kasus Tambang Pasir Ilegal di Batam, Kerugian Negara Capai Rp1,95 Miliar

Konferensi pers tindak pidana penambangan pasir ilegal di wilayah Nongsa, Kota Batam. Foto: Bidhumas Polda Kepri untuk Kabartiga.id

KABARTIGA.ID, BatamPolda Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tambang pasir ilegal yang beroperasi di wilayah Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepri, Kombes Pol. Putu Yudha Prawira mengatakan, penetapan kedua tersangka itu setelah pihaknya mendapati adanya aktivitas ilegal terkait penambangan pasir pada 8 dan 29 Januari 2024 di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

“2 tersangka yang diamankan adalah inisial HK dan inisial SD,” kata Yudha didampingi Wadirreskrimsus Polda Kepri AKBP Ade Kuncoro Ridwan saat konferensi pers di Hanggar Cakra Buana Samapta Polda Kepri, Selasa (6/2/2024).

Yudha mengungkapkan bahwa modus yang dilakukan tersangka adalah melakukan penambangan pasir dengan menggunakan mesin, pipa paralon, selang, cangkul, sekop, saringan pasir dan mobil dump truck.

“Kegiatan penambangan tersebut tidak memiliki izin,” tegasnya.

Menurut Yudha, aktivitas ilegal ini dinilai telah merugikan keuangan negara sebesar Rp1,95 miliar. Jika dirincikan, tersangka HK yang diketahui telah beroperasi selama 2 bulan terakhir mencapai Rp150 juta.

“Untuk kerugian negara dari tersangka SD kurang lebih sebesar Rp1,8 miliar selama 2 tahun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus tersebut. Sementara, kedua tersangka juga telah dikenakan Pasal 158 Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Akibat dari perbuatannya, kedua tersangka terancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Albet

Pos terkait