KABARTIGA.ID, Anambas – Aksi pencurian terjadi di kantor pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Sebuah perangkat kamera yang digunakan untuk pelayanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dilaporkan hilang setelah diduga digondol maling.
Peristiwa tersebut terjadi di Kantor UPTD Disdukcapil Kecamatan Jemaja pada Selasa pagi, 10 Maret 2026. Hilangnya perangkat kamera itu pertama kali diketahui oleh salah seorang staf saat hendak membuka ruangan pelayanan.
Kepala UPTD Disdukcapil Kecamatan Jemaja, Fadillah Amir, membenarkan kejadian pencurian perangkat kamera milik kantor tersebut.
“Iya bang, kamera milik kantor UPTD hilang. Staf saya yang bertugas membuka dan menutup kantor menghubungi saya pada Selasa pagi dan melaporkan bahwa kamera tersebut sudah tidak ada,” ujar Fadillah Amir kepada Ulasan.co, Rabu (11/3/2026).
Fadillah menjelaskan, pencurian diduga terjadi pada Senin malam hingga menjelang subuh pada Selasa. Pasalnya, perangkat kamera tersebut masih berada di kantor hingga Senin sore sebelum seluruh pegawai pulang.
Pelaku diduga masuk ke dalam kantor dengan cara mencongkel jendela bagian depan bangunan. Setelah berhasil masuk, pelaku menuju ruangan tempat penyimpanan kamera dan membawa kabur perangkat tersebut.
Menurutnya, pelaku kemungkinan memanfaatkan kondisi lingkungan kantor yang sepi pada malam hari sehingga aksinya dapat dilakukan tanpa diketahui.
“Kamera itu digunakan untuk memotret warga dalam pengurusan KTP elektronik, sehingga fungsinya sangat krusial sebagai alat kerja di kantor,” ujarnya.
Kapolsek Jemaja, Sutomo, melalui Kanit Reskrim Icuk Yamin mengatakan pihak kepolisian telah menerima laporan terkait hilangnya perangkat kamera tersebut.
“Iya bang, begitu laporan kami terima, kami langsung menuju tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari sejumlah pegawai terkait hilangnya kamera itu,” kata Icuk Yamin.
Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi kejadian secara lebih rinci.
Namun, proses penyelidikan mengalami kendala karena Kantor UPTD Disdukcapil Kecamatan Jemaja tidak dilengkapi kamera pengawas atau CCTV, sehingga menyulitkan aparat dalam mengidentifikasi pelaku dengan cepat.
“Kami mengimbau masyarakat maupun pegawai kantor yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar segera melaporkannya. Kami masih terus melakukan pencarian terhadap pelaku,” pungkasnya.
