Hampir 3 Tahun Jadi Buronan Polri, WN Jepang Akhirnya Ditangkap di Batam

Konferensi pers penangkapan WN Jepang yang menjadi buronan Polri. Foto: Dok Humas Kanwil Kemenkumham Kepri.

KABARTIGA.ID, Batam – Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), berhasil mengamankan seorang warga negara (WN) Jepang berinisial YY yang menjadi buronan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

“Saat ini YY merupakan presiden perusahaan Nishiyama Farm di Kota Akaiwa,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil) Kepri, I Nyoman Gede Surya Mataram saat menggelar konferensi pers di Batam, Rabu (21/2/2024).

Bacaan Lainnya

“Dia diduga terlibat dalam penipuan di Jepang dengan modus investasi dalam bisnis penjualan buah,” sambungnya.

YY ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) atau buron karena terlibat dalam kasus penipuan di negara asalnya.

WN Jepang ini telah berada di Indonesia sejak 2 April 2021 melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, dan penangkapannya dilakukan pada 31 Januari 2024 ketika hendak berlayar dari Batam ke Malaysia.

Surya juga menjelaskan bahwa YY menggunakan visa kunjungan wisata untuk masuk ke Indonesia, sering melakukan perjalanan wisata, dan berpindah-pindah tempat.

“Yang bersangkutan merasa bersalah di negaranya dan berusaha melarikan diri. Setelah turun di Jakarta, dia melakukan perjalanan kesana kemari hingga sampai di Batam,” kata Surya.

Penangkapan pada 31 Januari 2024, melibatkan personel Satpolairud Polresta Barelang yang melakukan patroli di perairan Pulau Bulang, Kota Batam.

Mereka menemukan sebuah kapal yang berisi tujuh orang, termasuk dua orang pria yang bertugas sebagai tekong dan anak buah kapal (ABK), serta empat penumpang WNI dan seorang penumpang WN Jepang.

Dari interogasi, diduga kapal tersebut hendak mengirim pekerja migran Indonesia secara ilegal dan seorang buron Interpol ke Malaysia.

“Ini adalah buah dari kerja sama antarinstansi yang luar biasa, yang menghasilkan penemuan DPO yang selama ini dicari di wilayah Batam,” pungkasnya.

Penulis: Albet
Editor: Habibi

Pos terkait