KABARTIGA.ID, Tanjungpinang – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 08 Tanjung Siambang melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Potensi Lokal: Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Olahan Ikan di wilayah RT 03 Sekatap, Kamis (28/8). Kegiatan ini berkolaborasi dengan UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau dan diikuti antusias oleh masyarakat setempat.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai manfaat tanaman obat keluarga dalam menjaga kesehatan serta pemanfaatan hasil laut menjadi olahan pangan bergizi.
Pada sesi pertama, materi pemanfaatan TOGA disampaikan oleh Ardani Akhirudin, SKM, Dap&e. Ia menjelaskan cara penggunaan obat tradisional, dosis yang tepat, hingga pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Masyarakat perlu tahu cara yang benar dalam menggunakan TOGA agar manfaatnya maksimal,” ujarnya.
Dilanjutkan dengan materi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat dengan Benar) oleh Kepala UPTD Instalasi Farmasi Dinkes Kepri, Indri Ayu Ningsih, S.Farm, M.Farm, Apt.. Ia menekankan pentingnya memahami dosis obat, terutama bagi anak-anak.
“Dosis obat untuk anak ditentukan berdasarkan berat badan, jadi tidak bisa disamakan hanya berdasarkan umur,” jelasnya. Ia juga mengingatkan bahwa obat sirup yang sudah dibuka hanya boleh dikonsumsi maksimal satu bulan.
Selain edukasi kesehatan, KKN 08 juga menghadirkan sesi pengolahan pangan lokal. Dea Saputri, Koordinator Konsumsi KKN 08, memperagakan cara mengolah ikan tamban menjadi bakso yang lezat dan bergizi. Tidak hanya itu, Muhamad Eric Susanto, Koordinator Acara, menyampaikan manfaat serta cara pengolahan TOGA dengan contoh tanaman yang tumbuh di sekitar lingkungan warga.
Kegiatan ditutup dengan makan bakso bersama dan pembagian bibit pohon kayu putih kepada masyarakat. Bibit tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu TOGA yang berkhasiat menjaga kesehatan tubuh.
Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat RT 03 Sekatap diharapkan lebih memahami pentingnya pemanfaatan potensi lokal, baik dalam bidang kesehatan maupun pangan, guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.
