KABARTIGA.ID, TANJUNGPINANG — Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menghadirkan satu kesimpulan yang tegas: konsolidasi internal partai menguat. Hal itu tercermin dari terpilihnya Ade Angga sebagai Ketua DPD I Golkar Kepri secara aklamasi, Selasa (21/4/2026).
Forum yang digelar di Aston Tanjungpinang Hotel & Conference Center tersebut berlangsung tanpa dinamika pemungutan suara. Hingga penutupan pendaftaran calon, hanya satu nama yang masuk, yakni Ade Angga, sehingga mekanisme aklamasi menjadi keputusan yang tidak terhindarkan.
Kondisi ini sekaligus menegaskan arah politik internal Golkar Kepri yang kini terpusat pada satu figur. Sejumlah pemilik suara dari DPD II kabupaten/kota serta organisasi sayap partai disebut telah lebih dahulu menyatakan dukungan, bahkan sebelum proses pencalonan resmi ditutup.
Panitia Musda memastikan seluruh tahapan telah berjalan sesuai prosedur. Tidak adanya kandidat lain, menurut panitia, bukan karena keterbatasan ruang kompetisi, melainkan hasil dari dinamika politik yang telah berlangsung sebelumnya.
Sejumlah nama yang sempat diperkirakan akan meramaikan bursa, seperti Roby Kurniawan dan Rizki Faisal, pada akhirnya tidak mendaftarkan diri. Absennya mereka mempertegas bahwa arah dukungan telah terkonsolidasi pada satu kandidat.
Selain menetapkan ketua, forum Musda juga mulai membahas struktur kepengurusan baru. Beberapa nama mencuat untuk posisi strategis, di antaranya Roby Kurniawan yang disebut berpeluang mengisi jabatan sekretaris dan Asmin Patros untuk posisi bendahara. Namun, komposisi final masih menunggu keputusan tim formatur.
Terpilihnya Ade Angga sekaligus menandai pergeseran generasi kepemimpinan di tubuh Golkar Kepri. Sebelumnya, posisi ketua DPD I diisi oleh figur-figur senior, termasuk Ansar Ahmad.
Dengan latar belakang organisasi dan pengalaman politik yang dimilikinya, Ade Angga dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari menjaga soliditas kader hingga meningkatkan daya saing partai dalam kontestasi politik mendatang.
Momentum aklamasi ini dipandang bukan sekadar proses formal, melainkan titik awal konsolidasi yang lebih luas. Di tengah perubahan lanskap politik daerah, kepemimpinan baru diharapkan mampu mengarahkan Golkar Kepri tetap relevan dan adaptif terhadap tuntutan zaman.
