KABARTIGA.ID, Anambas – Belasan kapal ikan jenis pukat mayang asal Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, terpantau berlabuh di Pelabuhan Perikanan Antang, Desa Pesisir Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Selasa (16/12/2025). Kapal-kapal tersebut menghentikan sementara aktivitas melaut akibat cuaca ekstrem yang melanda perairan Natuna–Anambas.
Angin kencang disertai gelombang tinggi membuat para nakhoda memilih mencari lokasi yang aman demi keselamatan awak kapal dan armada. Pelabuhan Perikanan Antang pun dijadikan tempat singgah sementara sambil menunggu kondisi cuaca kembali normal.
Salah seorang nakhoda kapal, Herman, mengatakan keputusan berlabuh dilakukan semata-mata untuk berteduh serta menambah perbekalan. Ia menegaskan tidak ada aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan di pelabuhan tersebut.
“Kami hanya berteduh karena cuaca kencang, sekalian menambah perbekalan. Tidak ada bongkar muat ikan,” ujar Herman.
Ia menjelaskan, Pelabuhan Perikanan Antang hingga kini belum ditetapkan sebagai lokasi resmi transaksi jual beli ikan bagi kapal pukat mayang. Oleh karena itu, kapal-kapal yang beroperasi di perairan Kepulauan Anambas tetap harus menuju daerah lain untuk menjual hasil tangkapan.
Menurut Herman, cek poin resmi penjualan ikan saat ini masih berada di Tanjung Balai Asahan, Natuna, dan Batam. Kondisi tersebut dinilai kurang efisien, terutama bagi nelayan yang beroperasi di sekitar perairan Anambas.
Para nelayan pun berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dapat menetapkan Pelabuhan Tarempa sebagai cek poin resmi sekaligus lokasi penjualan hasil tangkapan ikan.
“Jika ada cek poin di Anambas, hasil produksi ikan bisa langsung diputar di sini tanpa harus menempuh jarak jauh,” ujarnya.
Usulan tersebut diharapkan dapat dipertimbangkan pemerintah pusat guna mendukung keselamatan pelayaran, meningkatkan efisiensi distribusi hasil laut, serta mendorong perputaran ekonomi di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Sumber: Batampos











