OPINI – KTT ( Konferensi Tingkat Tinggi ) adalah salah satu jenis pertemuan tinggi yang mana dihadiri oleh kepala negara atau kepala pemerintahan yang diselenggarakan untuk menegoisasikan atau meredakan ketegangan. Pertemuan ini diadakan secara besar-besaran, diliput oleh media internasional, ada agenda yang telah ditetapkan, dan menggunakan pengamanan yang sangat ketat. Sedangkan G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). G20 mempresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Perancis, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Brasil, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa. Dan Indonesia memegang presidensi G20 yang dilaksanakan di Bali ini. Ini adalah cerita penting bagi Indonesia, karena Indonesia adalah satu-satunya negara ASEAN yang bergabung dalam forum G20 dan menempati urutan ke-10 paritas daya beli di antara anggota G20.
Pada tanggal 15-16 November 2022 lalu dilaksanakannya KTT G20 yang bertempat di Bali yang mana dihadiri oleh berbagai pemimpin-pemimpin negara. Indonesia sebagai presidensi G20 telah ditetapkan pada Riyadh Summit 2020, dengan serah terima yang dilakukan pada akhir KTT Roma (30-31 Oktober 2021).
KTT G20 digelar untuk menangani isu-isu dunia yang terjadi, mulai dari sektor perekonomian negara, kerja sama antar negara, bahkan untuk perdamaia dunia. Konferensi ini dilaksanakan untuk memulihkan permasalahan yang sedang diadapi oleh dunia yang berdampak besar bagi persatuan dunia.
KTT G20 yang diselenggarakan memberi banyak dampak dari berbagai sektor di indonesia sebagai penyelenggara nya. Pandemi Covid-19 yang terjadi sebelumnya memberikan dampak yang luar biasa bagi setiap negara di dunia, termasuk Indonesia. Tidak hanya mempengaruhi kesehatan, tetapi juga keadaan ekonomi, pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai tindakan administratif dan pengendalian, baik preventif, koersif, maupun represif. Untuk menekan penyebaran virus COVID-19, berbagai kebijakan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga telah diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.
Politik PSBB dan PPKM di tengah masyarakat tentunya akan mempengaruhi perekonomian masing-masing individu, yang pada gilirannya juga akan mempengaruhi sektor perekonomian nasional. Beberapa dampak resesi ekonomi dirasakan di bidang perdagangan, transportasi, perhotelan, pariwisata, industri dan perdagangan. Dan diadakan nya pertemuan ini dikala masa transisi pemulihan Covid 19 ini ternyata banyak membawa dampak yang positif bagi indonesia. Salah satu upaya nyata Indonesia untuk membangkitkan perekonomian nasional adalah melalui forum internasional G20. Indonesia resmi menjadi tuan rumah kepresidenan G20 (Group of Twenty) setelah diserahkan oleh Italia pada 31 Oktober 2021 di Roma, Italia. Indonesia menjadi bagian dari troika G20 untuk pertama kalinya sejak didirikan pada tahun 1999, bersama dengan Italia dan Arab Saudi.
Apakah berdampak baik bagi indonesia ? jawabanya iya berdampak sangat baik. Diberbagai sektor mengalami peningkatan dan pemulihan yang signifikan berkat konferensi tingkat tinggi ini, Salah satu sektor yang terlihat dampak positif nya yaitu sektor perekonomian indonesia.
Apa dampak penerapan presidensi G20 terhadap perekonomian Indonesia? Jawabannya banyak. Dalam Forum G20 dibahas 2 (dua) jalur tematik strategis yaitu Financial Track dan Sherpa Track. Seperti namanya, Jalur Keuangan menangani masalah keuangan seperti kebijakan fiskal, moneter dan riil, investasi infrastruktur, regulasi keuangan, inklusi keuangan, dan perpajakan internasional. Sedangkan jalur Sherpa menangani bidang yang lebih luas di luar isu ekonomi seperti antikorupsi, ekonomi digital, ketenagakerjaan, pertanian, pendidikan, kebijakan luar negeri, budaya, kesehatan, pembangunan, lingkungan, pariwisata, energi berkelanjutan, perdagangan, investasi, industri dan pemberdayaan perempuan. Agenda pertemuan yang akan disusun menurut sektor-sektor tersebut di atas, akan mengarah pada komunikasi yang berisikan komitmen dan kesamaan sikap terhadap isu-isu global terkini dan hasil konsensus anggota forum G20 kepada publik. Komunikasi yang dihasilkan tentunya akan memberikan berbagai manfaat, terutama bagi perekonomian Indonesia.
“Gelaran G20 akan menciptakan kontribusi sebesar US$ 533 juta atau sekitar Rp7,4 triliun pada PDB Indonesia.” Menteri keuangan, sri mulyani. Bisa dikatakan bahwa pertemuan ini memberi dampak yang sangat baik bagi perekonomian indonesia karena PDB indonesia yang meningkat dan menjadi langkah awal pemulihan sektor ekonomi indonesia.
Sandiaga Uno menyebut “Gelaran G20 akan berkontribusi terhadap proyeksi peningkatan wisatawan mancanegara hingga 1,8 juta – 3,6 juta dan juga 600 ribu – 700 ribu lapangan kerja baru ditopang kinerja bagus sektor kuliner, fashion, dan kriya.” Hal ini berarti KTT G20 juga sangat berdampak baik terhadap sektor pariwisata yang mana menyebabkan peningkatan wisatawan manca negara hingga banyaknya lapagan kerja tersedia yang ditopang kinerja bagus dibidang kuliner, fashion tradisional, hingga kerajinan tangan atau kriya.
Jadi KTT G20 yang diselenggarakan di Bali ini berdampak sangat baik terhadap banyak sektor diindonesia, termasuk sektor ekonomi dan pariwisata nya. Hal ini menjadi langkah baik untuk indonesia membuat citra baik didalam penglihatan dunia dari berbagai sektor yang ada, hingga menarik perhatian negara lainnya terhadap indonesia melalui pertemuan besar ini.
Penulis : Putri Asya M











