KABARTIGA.ID, Tanjungpinang – Gerakan memperkuat literasi publik di Kota Tanjungpinang secara resmi dimulai dengan terjalinnya kesepakatan antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanjungpinang. Kesepakatan ini ditandai melalui pertemuan yang berlangsung di Kantor DPRD Tanjungpinang, Senin (28/4/2025), yang menjadi tonggak awal penguatan kapasitas wartawan dalam menghadapi tantangan informasi di era digital.
Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga, menyampaikan dukungan penuh terhadap program pendidikan wartawan yang diinisiasi oleh PWI. Ia menilai wartawan memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik yang sehat dan berimbang.
“Wartawan adalah garda terdepan dalam membentuk opini publik. Jika informasinya keliru, maka masyarakat yang dirugikan. Karena itu, peningkatan kualitas wartawan menjadi kunci menjaga kewarasan nalar publik,” ujar Ade Angga.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi wartawan, terutama dalam menyajikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab. Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran hoaks di media sosial, keberadaan wartawan profesional sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas informasi di ruang publik.
DPRD, lanjut Ade, membuka ruang kolaborasi dengan PWI guna memastikan program pendidikan ini berjalan efektif dan memberikan dampak nyata.
“Kita butuh media yang kuat dan wartawan yang memahami tugasnya dengan baik. Dengan demikian, masyarakat kita juga akan semakin cerdas dan kritis,” tegasnya.
Sementara itu, PWI Tanjungpinang menjelaskan bahwa program pendidikan wartawan ini difokuskan pada peningkatan pemahaman terhadap kode etik jurnalistik, teknik peliputan, dan kemampuan verifikasi informasi. Tujuannya, agar wartawan tidak hanya cepat dalam menyampaikan berita, tetapi juga akurat dan dapat dipercaya.
PWI juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas wartawan di tengah tantangan dunia digital. Dengan merebaknya berita palsu dan informasi yang tidak terverifikasi, wartawan dituntut menjadi benteng terakhir dalam menjaga keakuratan informasi yang diterima masyarakat.
Dukungan dari DPRD ini pun disambut positif oleh insan pers. Kolaborasi antara legislatif dan organisasi wartawan dianggap sebagai langkah konkret dalam membangun masyarakat yang melek informasi serta mampu berpikir kritis terhadap setiap pemberitaan.
Tak hanya itu, pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antara DPRD dan media di Tanjungpinang, demi menyampaikan informasi pembangunan dan kebijakan daerah secara lebih transparan dan edukatif.
Gerakan memperkuat literasi publik ini dinilai sangat relevan dalam menjawab tantangan informasi di masa kini. Melalui peningkatan kualitas wartawan, diharapkan ruang publik dapat terisi dengan informasi yang mendidik, mencerahkan, dan memberdayakan masyarakat.
Dari Kantor DPRD Tanjungpinang, semangat baru untuk membangun ekosistem informasi yang sehat kini mulai bergulir. Kolaborasi ini menjadi pijakan awal dalam memperkuat demokrasi lokal melalui media yang profesional dan bertanggung jawab.












