KABARTIGA.ID, Tanjungpinang – Kabar duka menyelimuti Bumi Lancang Kuning. Salah satu putra terbaik Riau, Dr. drh. H. Chaidir, MM, berpulang ke rahmatullah pada Selasa (18/11/2025) petang di Rumah Sakit Prima Pekanbaru. Tokoh yang berjasa besar dalam proses pemekaran Provinsi Kepulauan Riau ini wafat pada usia 73 tahun.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh kerabat keluarga, Zul Kadir.
“Innalillahi wainnailaihi rojiun, Pak Chaidir telah tiada. Kita semua merasa kehilangan,” ujarnya.
Chaidir diketahui menjalani perawatan intensif selama beberapa hari terakhir di RS Prima Pekanbaru. Kondisi kesehatannya dilaporkan terus menurun hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Selasa sore.
Tokoh Penting di Balik Pemekaran Kepri
Semasa hidup, Chaidir dikenal sebagai figur sentral dalam dunia politik dan sosial di Riau. Ia merupakan salah satu tokoh kunci yang mendorong proses pemekaran Provinsi Kepulauan Riau dari Provinsi Riau pada awal 2000-an, tonggak sejarah penting bagi masyarakat Kepri.
Di dunia politik, Chaidir menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Riau selama dua periode, yakni 1999–2004 dan 2004–2009 melalui Partai Golkar. Kepemimpinannya dikenal tegas, visioner, dan dekat dengan berbagai lapisan masyarakat.
Selain itu, almarhum juga memimpin Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) sebagai Ketua Umum hingga akhir hayatnya. Melalui organisasi tersebut, ia aktif menyuarakan aspirasi masyarakat serta memberikan pandangan konstruktif terhadap dinamika sosial dan politik di Riau.
Akademisi dan Penulis Produktif
Di luar kiprah organisasi dan politik, Chaidir juga dikenal sebagai akademisi serta penulis produktif. Puluhan pemikiran dan gagasannya telah dipublikasikan dalam bentuk buku maupun artikel opini. Ia juga mengabdikan diri sebagai dosen luar biasa di sejumlah perguruan tinggi, membagikan ilmu dan pengalamannya kepada generasi muda.
Kepergian Chaidir meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, kolega politik, serta masyarakat Riau dan Kepulauan Riau yang mengenalnya sebagai sosok bersahaja, intelektual, dan berdedikasi.
Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan. Innalillahi wainnailaihi rojiun.











