KABARTIGA.ID, Tanjungpinang – Laga final cabang sepak bola Pekan Olahraga Pelajar Kota (POPKOT) Tanjungpinang 2025 yang digelar di Stadion Gelora Sri Tribuana, Dompak, Rabu (6/8), menyuguhkan pertandingan sengit penuh tensi antara SMA Negeri 4 Tanjungpinang melawan SMK Negeri 1 Tanjungpinang.
SMA Negeri 4 tampil solid sejak awal pertandingan. Tekanan demi tekanan mereka bangun hingga akhirnya membuahkan satu-satunya gol di babak pertama. Skor 1–0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, mengukuhkan SMA Negeri 4 sebagai juara sepak bola POPKOT 2025.
Partai final ini turut dihadiri oleh Ketua Askot PSSI Tanjungpinang, Dr. Ade Angga, S.IP., M.M., dan Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H. Keduanya secara langsung menyerahkan medali kepada para pemain, sembari memberikan apresiasi atas dedikasi dan semangat juang para pelajar yang telah tampil maksimal sepanjang turnamen.
Namun, perayaan kemenangan sempat diwarnai insiden kecil. Ketegangan antar suporter kedua tim pecah di tribun usai laga berakhir. Aksi saling dorong sempat terjadi sebelum situasi berhasil dikendalikan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Askot PSSI Tanjungpinang Ade Angga turun langsung ke tribun penonton dan secara sigap menenangkan massa. Ia menyerukan kepada seluruh pihak agar menjaga semangat sportivitas dan tidak mencoreng nama baik sekolah masing-masing.
“Sepak bola pelajar bukan sekadar soal menang atau kalah, tapi tentang membentuk karakter dan jiwa sportif. Mari kita jaga nama baik sekolah dan kota ini,” tegas Ade Angga di hadapan ratusan penonton.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, juga mengingatkan pentingnya memaknai kompetisi sebagai ajang pembelajaran dan pembinaan karakter bagi generasi muda.
“POPKOT adalah ajang pembinaan generasi muda. Kita semua harus ikut menjaga agar kegiatan ini terus berjalan dengan damai dan membangun,” tuturnya.
Meski sempat diwarnai ketegangan, ajang POPKOT 2025 tetap berlangsung sukses dan meriah. Semangat kompetisi yang ditunjukkan para pelajar menjadi gambaran nyata antusiasme generasi muda terhadap olahraga, sekaligus harapan baru bagi pembinaan atlet lokal di masa mendatang.











