KABARTIGA.ID, Tanjungpinang – Rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pemilihan Umum (Pemilu) di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Hotel CK Tanjungpinang ricuh pada Sabtu (2/3/2024) malam.
Kericuhan itu terjadi saat rekapitulasi perhitungan hasil suara di daerah pemilihan (Dapil) Kecamatan Bukit Bestari untuk pemilihan DPRD Provinsi Kepri.
Peristiwa itu bermula saat saksi PDI Perjuangan (PDIP) Andi Cori menyampaikan keberatan perolehan suara partai banteng moncong putih berbeda dengan data Sirekap yang dibacakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bukit Bestari.
“Total suara PDIP bukan 3.076 suara, tetapi 3.176 suara,” tegas Andi Cori dalam siaran langsung di kanal YouTube KPU Kota Tanjungpinang.
Sementara, saksi dari Partai Hanura juga menyampaikan keberatan. Saksi Hanura mencatat, PDIP malah memperoleh 3.046 suara.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Muhammad Faizal yang memimpin rapat juga mempertegas hasil rekapitulasi di Kecamatan Bukit Bestari tersebut.
“Jadi dari pihak Hanura mengatakan suara PDIP berjumlah 3046. Bukan 3076 seperti yang tertulis atau bukan juga 3176 seperti yang dikatakan saksi,” tutur Faizal.
Andi Cori pun emosi. Dia sempat membanting mikropon dan meja. Pihak kepolisian yang berada di ruangan rapat bergegas. Polisi berusaha mengamankannya, namun malah mendapatkan aksi pukulan.
Seperti diketahui, KPU Kota Tanjungpinang mengadakan rapat Pleno Pemilihan Umum Tingkat Kita Tanjungpinang di Hotel CK Tanjungpinang sejak Sabtu pagi. Pleno diadakan terbatas, dan disiarkan melalui kanal YouTube KPU Kota Tanjungpinang.
Hingga saat belum dapat kabar selanjutnya terkait rapat pleno tersebut.
Penulis/Editor: Habibi











