KABARTIGA.ID, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Halaman Gedung Daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Senin (17/8/2026).
Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur TNI, Polri, ASN, mahasiswa, pelajar, instansi vertikal, serta berbagai elemen masyarakat di Provinsi Kepri.
Bertindak sebagai komandan upacara yakni Letnan Kolonel Laut Pelaut Faiq Mumtaz Muhammad, lulusan Akademi Angkatan Laut Tahun 2007. Sementara perwira upacara dijabat Mayor Laut Kesehatan drg. Fredy Budhi Dharmawan, lulusan Perwira Prajurit Karier Tahun 2006.
Pembacaan teks Proklamasi dilakukan Ketua DPRD Provinsi Kepri Iman Sutiawan, pembacaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Kepri Agusman, sedangkan pembacaan doa disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepri Zoztafia.
Upacara semakin semarak dengan penampilan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kepri Tahun 2026 yang merupakan putra-putri terbaik perwakilan SMA, SMK, dan MA dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri di bawah pembinaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepri.
Dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih, pembawa baki dipercayakan kepada Yuanita Putri Verinda dari SMAN 5 Batam. Penggerek bendera Bagas Randy Putra dari MAN Insan Cendekia Batam, pengulur bendera Luthfan Abyan Adhyaksa dari SMAN 1 Karimun, serta pembentang bendera Ridho Athaullah Putra dari SMA Swasta Adi Nusantara Batam.
Paskibraka Kepri juga membentuk formasi angka 81 sebagai simbol peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam amanatnya, Gubernur Ansar mengatakan peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk mensyukuri perjuangan para pahlawan sekaligus mengingatkan bahwa kemerdekaan bukanlah garis akhir perjalanan bangsa.
Menurutnya, kemerdekaan merupakan jembatan emas menuju cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Ansar menegaskan posisi strategis Kepulauan Riau dalam menjaga kedaulatan Indonesia. Kepri, kata dia, bukan sekadar wilayah pinggiran, melainkan perisai kedaulatan laut, benteng pertahanan ekonomi, sekaligus etalase kehormatan bangsa di mata dunia.
“Setiap jengkal karang dan setiap tetes air di lautan Kepulauan Riau adalah kehormatan Republik Indonesia yang harus kita jaga bersama sampai titik darah penghabisan,” tegasnya.












Komentar Terbaru